・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・◆◇◆ Select Language ◆◇◆・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・
Chinese ・ English ・ Indonesian ・ Korean ・

 Spanish ・ Thai ・Malagasy・ Vietnamese ・ Bengali 
・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・
Showing posts with label Indonesian. Show all posts
Showing posts with label Indonesian. Show all posts

2020/03/02

Berpartisipasi pada acara minum teh ala Jepang



Perkenalkan saya Muhammad Mirza Hidayat, siswa internasional dari Indonesia.

Pada tanggal 31 Januari 2020 saya mengikuti sebuah acara yang diadakan di Kofu-shi Yakusho yakni Upacara Minum Teh ala Jepang (Sado Taiken).
Acara ini merupakan bentuk dari pengenalan budaya tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. 
Saya sendiri sempat beberapa kali belajar mengenai kebudayaan ini di Indonesia, namun belajar di Jepang bersama gurunya langsung mengenai bagaimana menyajikan atau membuat teh ala Jepang ini adalah pengalaman pertama kali bagi saya.


Acara yang berlangsung selama satu jam ini sangat menyenangkan, partisipan yang hadirpun dari berbagai negara selain dari Indonesia yakni ada yang berasal dari China, Korea, Vietnam, dan Thailand.

Pada awal acara kami melakukan percakapan sederhana tentang "Sado Taiken" dengan dibimbing oleh guru-guru yang hadir pada acara tersebut.



Setelah itu kami diajarkan bagaimana cara membuat kemudian menyajikan teh kepada tamu dan apa saja alat yang digunakan pada saat membuat teh.
Dengan dibimbing oleh guru yang baik hati, beliau terlebih dahulu memperkenalkan alat-alat yang digunakan ketika membuat teh, seperti chawan, natsume, chagama, chakin, hishaku, chasen dan chasaji.
Setelah memaparkan penjelasan dan memperkenalkan alat yang digunakan, kami satu per satu diajarkan cara membuat teh, seperti memasukkan matcha, menuangkan air hangat, mengaduk hingga rata hingga disajikan pada tamu.
oh iya, tamu yang dimaksud adalah rekan partisipan yang hadir pada hari itu.




Kofu-shi Yakusho kerap kali mengadakan acara untuk orang asing yang ingin mengenal dan belajar kebudayaan Jepang.
Tentu setelah berpartisipasi akan menjadi pengalaman yang berharga dan menyenangkan sekali.

Sekian, Terima Kasih sudah menyimak dengan seksama J





・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・





・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・











2020/02/17

Berpasrtisipasi Pada Acara Kaligrafi Jepang



Perkenalkan saya Muhammad Mirza Hidayat, siswa internasional dari Indonesia.
Pada tanggal 19 Desember 2019 saya mengikuti sebuah acara  Kaligrafi Jepang yang diadakan di Kofu-shi Yakusho.
Di Indonesia acara seperti ini juga kerap kali diadakan di acara-acara Jejepangan sebagai bentuk pengenalan budaya Jepang.
Namun yang membedakan adalah pada acara ini diikuti oleh peserta dari beberapa negara seperti China, Korea, Taiwan, dan sebagainya.

Acara yang dibimbing oleh seorang ahli pada bidang Kaligrafi Jepang ini membuat saya menyaksikan langsung bagaimana sebuah huruf dapat tertulis diatas kertas dengan media kuas dan tinta.
Setelah penjelasan singkat dan atas bimbingan dari seorang guru, kami pun mempraktekkan pada media yang telah disediakan untuk peserta yang hadir pada hari itu.




Acara yang memakan waktu kurang lebih 1 jam ini berlangsung semarak, dengan diakhiri sesi pengambilan foto bersama dan pemberian kenangan kepada para peserta.
Dari acara Kaligrafi Jepang ini menjadikan pengalaman yang menyenangkan sekali.
Terima kasih J


・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・





・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・








2020/01/21

saya mengikuti acara pertukaran budaya lewat



SayaJasmeen, seorang siswa internasional dari Indonesia


Pada tanggal 30 September, saya mengikuti acara pertukaran budaya lewat kegiatan memasak masakan Prancis.
Lokasi acara ada di gedung Danjo Kyodou di dekat stasiun Kofu, dan karena menggunakan sepeda saya merasa sedikit kelelahan, tapi overall saya merasa puas karena acaranya begitu berkesan.
Kami berkumpul sejak jam 9 pagi, lalu bersama ibu-ibu Perkumpulan Tsubasa Renraku kami membuat 3 masakan Prancis.


Resepnya sangat mudah, sehingga walau dengan keterbatasan bahasa kami dapat membuat masakan yang enak.
Benar-benar seru!
Para ibu-ibu Tsubasa selalu membuat kami tertawa.
Jika ada kesempatan lagi, saya akan daftar lagi!!



・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・





・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・








2020/01/17

tur sejarah KOFU




Saya Jasmeen dari Indonesia


Pada tanggal 23 September lalu, saya berkesempatan mengikuti tur sejarah Kofu.
Tur ini bukan hanya untuk belajar sejarah saja, tapi juga untuk berkomunikasi dengan siswa SMA di Jepang.
Para pelajar asing yang mengikuti tur berbicara dengan bahasa Jepang, sementara siswa SMA dengan bahasa Inggris.



Lewat tur ini, saya dapat mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Kofu, mengobrol dengan siswa yang asyik, dan melihat festival Ebisu.
Walau saat mengobrol saya merasakan perbedaan kebudayaan, tapi juga ada banyak persamaan, sehingga saya dapat menghabiskan hari yang menyenangkan bersama teman siswa Jepang saya.




・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・





・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・







2013/10/10

Perjalanan wisata Kota Kofu


Budi Daya Ulat Sutra



Hallo..
Saya Poppy..
Apa kabar semua?
Pasti semua dalam keadaan sehat ya.
Akhirnya hari-hari yang panas sudah selesai dan datanglah musim yang paling saya suka yaitu musim gugur.
Tetapi, suhu di pagi dan malam hari tahun ini lebih dingin dibandingkan tahun lalu, jadi tolong jaga kesehatan ya.

Beberapa waktu yang lalu, saya bersama dengan reporter yang lain berwisata ke daerah kota Kofu yang belum pernah saya kunjungi yaitu bagian barat kota Kofu. Perjalanannya sangat menyenangkan dan saya memperoleh banyak pengalaman baru.
Mari saya perkenalkan salah satu tempat di wilayah tersebut.



Apakah kalian pernah pergi ke peternakan ulat sutra? Atau pernahkah kalian melihat secara langsung ulat tersebut?
Saya tidak terlalu suka dengan serangga, jadi jelas saya tidak pernah pergi ke tempat seperti itu.
Pada awalnya saya berpikir bahwa tempatnya merupakan bangunan yang besar tetapi pada kenyataannya, peternakan ulat ini berada di dalam rumah biasa.


 Di masa lalu, budi daya ulat sutra merupakan salah satu budi daya yang memiliki masa depan yang bagus di kota Kofu ini. Padahal saya berpikir bahwa hal yang terkenal dari kota ini hanyalah menghasilkan buah-buahan saja. Kenyataan bahwa budi daya ulat sutra juga terkenal tidak ada dalam pikiran saya.
Tetapi hal yang disayangkan adalah budi daya ulat sutra ini semakin berkurang setiap tahunnya. Sekarang hanya tinggal kira-kira 2 peternakan yang melakukan budi daya ulat sutra ini. Alasan utama semakin berkurangnya budi daya ini adalah perawatan ulat sutra yang merepotkan, jadi di peternakan Ikeya san ini juga hanya kakek dan nenek ini yang melakukannya.


Tidak seperti yang saya bayangkan, ulat sutra ini ternyata tidak menakutkan. Bahkan menurut reporter yang lain, serangga ini merupakan serangga yang lucu. Walaupun disentuh, mereka tidak menimbulkan reaksi apapun. Memang benar, bila melihat wajah ulat ini lebih dekat, maka akan terlihat sangat lucu tetapi saya tidak punya keberanian untuk memegangnya.





Sebelum datang kesini, saya tidak terlalu banyak tahu hal mengenai ulat sutra, seperti ulat ini makan seperti halnya manusia sebanyak 3 kali sehari, makanannya mereka biasanya daun mulberi. Kalau melihat di gambar, daun yang banyak tersebut akan habis dalam waktu 2 jam saja karena jumlah ulat sutra juga banyak. Hal lainnya adalah saat ulat sutra ini mulai memproduksi benang maka suhu ruangan juga harus stabil, setidaknya ruangan harus bersuhu 20 derajat.



Sampai blog berikutnya..(^^)/*






・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・

View Larger Map

・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・